Anak Muntah Saat Makan: Faktor Oral dan Sensorik yang Perlu Diketahui Orang Tua

Melihat anak muntah saat makan tentu membuat orang tua khawatir. Banyak yang mengira hal ini hanya karena anak tidak suka makanan tertentu atau sedang rewel. Namun jika muntah terjadi berulang, terutama saat mencoba tekstur atau jenis makanan tertentu, kondisi ini bisa berkaitan dengan masalah oral motor atau sensitivitas sensori.

Masalah makan bukan sekadar perilaku pilih-pilih makanan. Pada sebagian anak, muntah saat makan merupakan tanda bahwa sistem oral dan sensoriknya belum berkembang optimal. Memahami penyebabnya menjadi langkah penting agar anak mendapatkan penanganan yang tepat.

Artikel Visual (26)

Melihat anak muntah saat makan tentu membuat orang tua khawatir. Banyak yang mengira hal ini hanya karena anak tidak suka makanan tertentu atau sedang rewel. Namun jika muntah terjadi berulang, terutama saat mencoba tekstur atau jenis makanan tertentu, kondisi ini bisa berkaitan dengan masalah oral motor atau sensitivitas sensori.

Masalah makan bukan sekadar perilaku pilih-pilih makanan. Pada sebagian anak, muntah saat makan merupakan tanda bahwa sistem oral dan sensoriknya belum berkembang optimal. Memahami penyebabnya menjadi langkah penting agar anak mendapatkan penanganan yang tepat.

Mengapa Anak Bisa Muntah Saat Makan?

Muntah saat makan dapat terjadi karena respons tubuh anak terhadap rangsangan di area mulut dan tenggorokan. Pada anak tertentu, refleks muntah bisa sangat sensitif, sehingga makanan dengan tekstur atau ukuran tertentu langsung memicu reaksi tersebut.

Kondisi ini sering berkaitan dengan perkembangan oral motor dan pemrosesan sensori yang belum matang.

Faktor Oral Motor yang Memengaruhi

Masalah oral motor berhubungan dengan kekuatan dan koordinasi otot mulut yang berperan dalam mengunyah dan menelan makanan.

Beberapa faktor oral motor yang dapat memicu muntah:

  • Koordinasi mengunyah yang belum matang
  • Kelemahan otot mulut dan rahang
  • Kesulitan mengontrol makanan di dalam mulut
  • Refleks muntah yang terlalu sensitif

Ketika otot mulut belum siap menerima tekstur tertentu, tubuh merespons dengan muntah sebagai bentuk perlindungan.

Faktor Sensori yang Berperan

Selain faktor fisik, pemrosesan sensori juga memengaruhi kemampuan makan anak. Anak dengan sensitivitas sensori tinggi dapat merasa tidak nyaman terhadap tekstur, suhu, atau aroma makanan.

Tanda masalah sensori saat makan:

  • Langsung muntah saat mencoba tekstur baru
  • Menolak makanan tertentu secara ekstrem
  • Reaksi berlebihan terhadap bau atau rasa
  • Waktu makan menjadi penuh stres

Reaksi ini bukan karena anak manja, melainkan respons sistem saraf terhadap rangsangan yang dianggap berlebihan.

Dampak Jika Masalah Tidak Ditangani

Jika muntah saat makan terjadi terus-menerus, anak dapat mengalami berbagai dampak, seperti:

  • Asupan nutrisi yang tidak optimal
  • Berat badan sulit naik
  • Keterlambatan perkembangan makan
  • Trauma atau ketakutan terhadap waktu makan

Penanganan yang tepat dapat mencegah masalah berkembang menjadi feeding disorder yang lebih kompleks.

Peran Terapi Wicara dalam Mengatasi Muntah Saat Makan

Terapi wicara tidak hanya berkaitan dengan bicara, tetapi juga mencakup fungsi makan dan menelan. Terapis akan melakukan assessment untuk memahami kemampuan oral motor dan respons sensori anak.

Program terapi dapat meliputi:

  1. Stimulasi sensori oral secara bertahap
  2. Latihan koordinasi mengunyah dan menelan
  3. Pengenalan tekstur makanan secara sistematis
  4. Strategi makan yang aman dan nyaman
  5. Pendampingan orang tua untuk latihan di rumah

Pendekatan dilakukan secara bertahap agar anak merasa aman selama proses terapi.

Kapan Orang Tua Perlu Berkonsultasi?

Orang tua sebaiknya mencari bantuan profesional jika anak sering muntah saat makan, menolak banyak jenis makanan, atau waktu makan selalu menjadi momen yang melelahkan.

Intervensi dini membantu anak membangun pengalaman makan yang positif dan aman.

Penanganan Masalah Makan di Wangbi Clinic

Wangbi Clinic menyediakan layanan terapi wicara untuk anak dengan masalah makan dan sensori oral menggunakan pendekatan medis dan individual. Setiap anak menjalani assessment menyeluruh sebelum program terapi disusun.

Pendampingan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan orang tua agar stimulasi dapat dilanjutkan di rumah.

Kesimpulan

Muntah saat makan bukan sekadar kebiasaan atau perilaku pilih-pilih makanan. Kondisi ini dapat berkaitan dengan faktor oral motor dan sensori yang membutuhkan perhatian khusus. Dengan terapi wicara yang tepat, anak dapat belajar makan dengan lebih nyaman dan aman.

Penting untuk di perhatikan!!!

Jika anak Anda sering muntah saat makan, Wangbi Clinic siap membantu melalui terapi wicara yang profesional untuk mendukung kemampuan makan anak.
Temukan artikel kesehatan lainnya.

Wangbi Medical Center

Wangbi Beauty Center

© 2023 · Wangbi Clinic