Anak Sulit Mengunyah: Peran Terapi Wicara
Banyak orang tua mengira kesulitan mengunyah pada anak hanyalah fase pilih-pilih makanan. Padahal, jika anak sering menolak makanan bertekstur, hanya mau makanan halus, atau terlihat kesulitan saat mengunyah, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan oral motor yang perlu ditangani secara profesional.
Kemampuan mengunyah bukan hanya soal makan, tetapi juga berkaitan erat dengan perkembangan bicara dan kemampuan otot mulut anak secara keseluruhan.
Banyak orang tua mengira kesulitan mengunyah pada anak hanyalah fase pilih-pilih makanan. Padahal, jika anak sering menolak makanan bertekstur, hanya mau makanan halus, atau terlihat kesulitan saat mengunyah, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan oral motor yang perlu ditangani secara profesional.
Kemampuan mengunyah bukan hanya soal makan, tetapi juga berkaitan erat dengan perkembangan bicara dan kemampuan otot mulut anak secara keseluruhan.
Sampai Usia Berapa Anak Sulit Mengunyah Masih Normal?
Pada tahap awal MPASI, wajar jika anak masih belajar mengunyah dan menyesuaikan diri dengan berbagai tekstur makanan. Namun secara umum:
- Usia 6โ9 bulan: mulai belajar mengunyah tekstur lembut
- Usia 9โ12 bulan: mampu mengunyah makanan cincang
- Usia di atas 18 bulan: sudah bisa mengunyah makanan keluarga
Jika setelah usia tersebut anak masih hanya mau makanan halus atau terlihat kesulitan mengunyah, kondisi ini tidak lagi dianggap normal dan perlu evaluasi lebih lanjut.
Tanda Anak Mengalami Kesulitan Mengunyah
Beberapa tanda yang sering muncul pada anak dengan gangguan mengunyah antara lain:
- Menolak makanan bertekstur kasar
- Mengemut makanan lama di mulut
- Sering tersedak atau muntah saat makan
- Mengunyah hanya di satu sisi mulut
- Mulut sering terbuka saat makan
- Lebih memilih minum daripada makan
Tanda-tanda ini sering kali diabaikan, padahal bisa berdampak pada tumbuh kembang anak.
Penyebab Anak Sulit Mengunyah
Kesulitan mengunyah dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:
- Gangguan oral motor, yaitu otot rahang, lidah, dan pipi kurang kuat atau tidak terkoordinasi.
- Sensitivitas oral, anak terlalu sensitif terhadap tekstur tertentu.
- Koordinasi mulut yang belum matang.
- Riwayat keterlambatan perkembangan.
- Masalah struktur mulut atau rahang.
Masalah ini tidak selalu berkaitan dengan nafsu makan, melainkan kemampuan fungsional otot mulut anak.
Hubungan Mengunyah dengan Perkembangan Bicara
Mengunyah dan berbicara menggunakan otot yang sama di area mulut. Anak yang kesulitan mengunyah sering kali juga mengalami:
- Bicara kurang jelas
- Artikulasi tidak tepat
- Sulit mengontrol lidah dan bibir
Karena itu, gangguan makan dan gangguan bicara sering muncul bersamaan dan perlu ditangani secara terpadu.
Peran Terapi Wicara dalam Mengatasi Kesulitan Mengunyah
Terapi wicara tidak hanya berfokus pada bicara, tetapi juga menangani fungsi oral motor seperti mengunyah dan menelan. Terapis wicara akan melakukan assessment menyeluruh untuk mengetahui penyebab utama kesulitan anak.
Program terapi wicara dapat meliputi:
- Latihan penguatan otot rahang, lidah, dan pipi
- Stimulasi sensori oral untuk toleransi tekstur
- Latihan koordinasi mengunyah dan menelan
- Edukasi orang tua untuk latihan makan di rumah
Kapan Anak Perlu Dibawa ke Terapis Wicara?
Orang tua disarankan segera berkonsultasi jika:
- Anak sulit mengunyah di atas usia 18โ24 bulan
- Sering tersedak atau muntah saat makan
- Menolak hampir semua makanan bertekstur
- Kesulitan makan disertai keterlambatan bicara
Penanganan Kesulitan Mengunyah di Wangbi Clinic
Wangbi Clinic menyediakan layanan terapi wicara dengan pendekatan medis dan individual. Anak akan mendapatkan assessment oral motor dan kemampuan makan secara menyeluruh, program terapi yang disesuaikan, serta pendampingan orang tua agar latihan dapat dilanjutkan di rumah.
Kesimpulan
Anak yang sulit mengunyah tidak boleh dianggap sepele. Kondisi ini dapat menjadi tanda gangguan oral motor yang memengaruhi kemampuan makan dan bicara. Dengan terapi wicara yang tepat dan dilakukan sejak dini, anak dapat belajar mengunyah dengan lebih baik dan berkembang secara optimal.