Late Talker: Anak Bisa Bicara Sedikit, Perlu Terapi Wicara?
Sebagian anak sudah bisa berbicara cukup lancar di usia 2 tahun, sementara anak lain baru mengucapkan beberapa kata sederhana. Anak yang perkembangan bicaranya lebih lambat sering disebut sebagai late talker.
Late talker bukan berarti anak mengalami gangguan berat. Namun, kondisi ini perlu dipantau dengan serius agar tidak berkembang menjadi keterlambatan bahasa yang menetap.
Sebagian anak sudah bisa berbicara cukup lancar di usia 2 tahun, sementara anak lain baru mengucapkan beberapa kata sederhana. Anak yang perkembangan bicaranya lebih lambat sering disebut sebagai late talker.
Late talker bukan berarti anak mengalami gangguan berat. Namun, kondisi ini perlu dipantau dengan serius agar tidak berkembang menjadi keterlambatan bahasa yang menetap.
Apa itu late talker?
Late talker adalah anak yang:
-
Usianya sudah di atas 18–24 bulan
-
Hanya memiliki sedikit kosakata
-
Belum menggabungkan kata
-
Sulit meniru kata
-
Pemahaman bahasa relatif baik
Late talker biasanya memahami perintah, tetapi belum mampu mengekspresikan dengan kata-kata secara optimal.
Ciri-ciri anak termasuk late talker
Beberapa tanda yang sering muncul:
-
Kosakata kurang dari 20 kata di usia 2 tahun
-
Belum bisa menggabungkan dua kata
-
Lebih sering menunjuk atau menarik tangan orang tua
-
Jarang menyebut nama benda
-
Bicara tidak konsisten
Penyebab anak menjadi late talker
Faktor stimulasi
Kurang diajak berbicara dua arah atau terlalu banyak screen time.
Riwayat keluarga
Ada anggota keluarga yang juga terlambat bicara.
Gangguan pendengaran ringan
Tidak disadari tetapi memengaruhi kemampuan meniru.
Kematangan sistem saraf
Beberapa anak memang berkembang lebih lambat.
Lingkungan bahasa tidak konsisten
Pergantian bahasa tanpa stimulasi terstruktur.
Apakah late talker bisa bicara normal tanpa terapi?
Sebagian late talker bisa mengejar ketertinggalan dengan stimulasi intensif di rumah. Namun, risiko yang perlu diperhatikan:
-
Tidak semua late talker akan mengejar sendiri
-
Sebagian berkembang menjadi speech delay menetap
-
Semakin lama menunggu, semakin sulit mengejar
Karena itu, evaluasi oleh terapis wicara tetap dianjurkan untuk memastikan anak tidak tertinggal lebih jauh.
Peran terapi wicara pada anak late talker
Terapi wicara membantu anak:
-
Menambah kosakata aktif
-
Melatih kemampuan meniru kata
-
Mengembangkan komunikasi dua arah
-
Melatih atensi dan fokus
-
Membantu anak percaya diri berkomunikasi
Proses terapi wicara di Wangbi Clinic
Tahapan terapi meliputi:
Asesmen awal
Menilai kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif.
Program individual
Target disesuaikan dengan kemampuan anak.
Sesi terapi 1-on-1
Menggunakan metode bermain.
Evaluasi berkala
Kemajuan anak dipantau rutin.
Home program
Orang tua dibekali latihan di rumah.
Dampak jika late talker tidak ditangani
Jika dibiarkan:
-
Anak kesulitan berkomunikasi
-
Sulit bersosialisasi
-
Berisiko kesulitan belajar
-
Percaya diri menurun
Kesimpulan
Late talker bukan kondisi yang harus ditakuti, tetapi tidak boleh diabaikan. Semakin cepat dilakukan evaluasi dan stimulasi yang tepat, semakin besar peluang anak berkembang optimal.
Konsultasi Terapi Wicara di Wangbi Clinic
Temukan artikel kesehatan lainnya.
Anak Tidak Merespons Saat Dipanggil: Apakah Masalah Bahasa?
Speech Delay vs Gangguan Bahasa: Jangan Salah Menangani
-
Anak Sering Salah Menjawab Pertanyaan: Masalah Bahasa Reseptif?
January 27, 2026 -
Anak Tidak Merespons Saat Dipanggil: Apakah Masalah Bahasa?
January 27, 2026 -
Speech Delay vs Gangguan Bahasa: Jangan Salah Menangani
January 27, 2026 -
Bicara Anak Tidak Jelas: Kapan Harus ke Terapis Wicara?
January 21, 2026 -
Late Talker: Anak Bisa Bicara Sedikit, Perlu Terapi Wicara?
January 21, 2026 -
Anak Sulit Menggabungkan Kata: Peran Terapi Wicara
January 21, 2026